Dokter Mobil Indonesia – Mobil-mobil di dalam jajaran MPV pada saat itu bersaing sangat ketat, dengan Toyota Kijang dan Isuzu Jaguar sebagai saingannya. PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) meluncurkan Mitsubishi Kuda pada tahun 1999. Mitsubishi Kuda memiliki mesin bensin 1.6 L yang masih menggunakan karburator dan mesin diesel 2.5 L saat pertama kali diluncurkan. Serta menampilkan 3 tipe, tepatnya tipe GLX (standar), GLS (medium) dan Super Surpass (kemewahan). Pada saat itu muncul era kedua pada tahun 2002, dengan membawa lampu depan batu mulia. dalam segmen motor yang dipersiapkan dengan motor 2.0 L infus (MPI). Tipe yang diiklankan pun berubah, menjadi Exclusive (standar), Precious stone (menengah) dan Grandia (kemewahan).
Mitsubishi ini awalnya dirilis sebagai saingan Isuzu Panther dan Toyota Kijang di pasar mobil keluarga atau MPV (Multi Purpose Vehicle). Karburator di balik kap mesinnya, mesinnya berkode 4G18S3, dengan kapasitas 1.600 cc SOHC. Saat ini efek samping mesin brebet dan asap hitam di dalam knalpot dikeluhkan oleh beberapa konsumen Mitsubishi Kuda 1.600 cc bensin. Dikutip dari koran OTOMOTIF, hal ini bisa jadi disebabkan oleh settingan karburator yang menyebabkan campuran bahan bakar dan udara kurang sempurna.
Karburator pada Mitsubishi Kuda menggunakan penyedot udara, sehingga mungkin sedikit merepotkan untuk mengubahnya, sebaiknya Anda meminta bantuan dari bengkel. Busi yang lemah atau tidak kuat, akan menghasilkan pembakaran yang tidak memadai dapat menjadi salah satu penyebab lain. Ingatlah untuk memeriksa kondisi saluran bensin. Apabila aliran bensin tidak lancar akibat filter yang berantakan, maka dapat membuat kinerja mesin menjadi tidak normal. Lebih baik untuk rutin memeriksakan kondisi mobil Anda pada bengkel transmisi terbaik seperti Domo Transmisi, terutama untuk kondisi mesinnya.
Baca Juga: Branding Transmisi CVT Mitsubishi Xpander Tak Perlu Ganti Oli? Jangan Salah, Ketahui Faktanya
Bagi Anda yang memiliki Mitsubishi Kuda namun belum pernah mengganti tutup radiator, sebaiknya segera ganti. Karena kerjanya sangat krusial pada kerangka pendinginan motor. Lebih spesifik lagi sebagai weight valve alias penahan berat di ruang sirkulasi air radiator. Ini juga berfungsi sebagai pengatur cairan radiator di dalam tabung suplai. Saat motor dingin dan cairan radiator menyusut, cairan yang tersimpan di dalam tabung penyimpan akan dialirkan ke radiator melalui bukaan katup pada tutup radiator. Penggunaan tutup radiator ini bisa jadi cukup rumit.
Beberapa Penyakit Mitsubishi Kuda
Nah, bagi rekan-rekan yang ingin membeli Mitsubishi jenis ini, sebaiknya kenali dulu penyakitnya agar mempermudah pengecekan saat membeli Kuda ini.
- Mengontrol Sambungan Roda: Penyakit Mitsubishi Kuda ada di bagian ball joint, efek sampingnya adalah bunyi-bunyi yang muncul saat melakukan pengereman. Penyakit Mitsubishi Kuda ada di bagian directing wheel joint, efek sampingnya bisa berupa bunyi klak-klak saat pengereman. Hal ini berlaku untuk semua era Mitsubishi Kuda. Penyebabnya bisa jadi karena rack and pinnion atau sambungan poros penggerak yang sudah aus. Mesin servo atau stepper Mesin servo atau stepper bermasalah, indikasinya adalah mesin turun RPM saat AC dinyalakan, sama saja seperti mesin diam.
- Penyakit lain yang bisa dialami akibat overheat, biasanya karena kipas viskol yang minta dirombak, karena oli di dalamnya juga cair. Pengaruhnya adalah putarannya kurang kencang. Mengganti oli dengan oli yang tidak digunakan adalah salah satu cara mengatasinya. Untuk tunggangan diesel, terkadang kontrolnya menjadi mengantuk. Pada ekspansi ke saluran solar yang kotor, bisa juga disebabkan oleh saluran ganti yang berantakan. Pengaturannya adalah dengan membersihkannya agar suplai solar lebih lancar dan eksekusi kembali pas.



