Ini Efek Buruk Jarang Ganti Oli Transmisi CVT Mobil

Ini Efek Buruk Jarang Ganti Oli Transmisi CVT Mobil

Pernahkah terlintas di benakmu bahwa jarang ganti oli transmisi CVT mobil bisa berdampak buruk?

Ya, ternyata kebiasaan ini bisa bikin transmisi mobil jadi bermasalah, lho!

Mulai dari kerusakan yang lebih cepat, biaya perawatan yang meningkat, hingga performa mesin yang menurun.

Anda tidak mau, kan, mobil kesayangan jadi bermasalah? Yuk, kita simak lebih lanjut dampak negatifnya agar Anda lebih aware dalam merawat mobil kesayangan Anda.

Efek Buruk Jarang Ganti Oli Transmisi CVT Mobil

Ini beberapa efek buruk jarang ganti oli transmisi CVT mobil yang perlu Anda perhatikan agar tak terjadi di mobil kesayangan Anda:

  1. Kerusakan Transmisi Lebih Cepat

Salah satu dampak yang paling sering terjadi akibat jarang ganti oli transmisi CVT mobil adalah kerusakan pada komponen transmisi.

Oli transmisi memiliki peran penting dalam melumasi dan mendinginkan komponen-komponen di dalam transmisi, seperti gigi, bearing, dan bagian-bagian lainnya.

Ketika oli transmisi tidak diganti secara teratur, kualitas pelumasan akan menurun seiring waktu.

Hal ini dapat menyebabkan gesekan yang berlebihan antar komponen, mengakibatkan ausnya gigi-gigi transmisi dan komponen lainnya dengan cepat.

Akibatnya, transmisi menjadi rentan terhadap kerusakan, yang memerlukan biaya perbaikan yang cukup besar.

  1. Biaya Perawatan Meningkat

Selain biaya perbaikan yang harus dikeluarkan akibat kerusakan transmisi, jarang ganti oli transmisi CVT mobil juga dapat meningkatkan biaya perawatan secara keseluruhan.

Hal ini disebabkan oleh perlunya melakukan perawatan tambahan atau penggantian komponen lain yang terkait dengan kerusakan transmisi.

Misalnya, jika terjadi kerusakan serius pada transmisi akibat kurangnya pelumasan yang efektif, mungkin diperlukan penggantian komponen seperti bearing, gigi-gigi transmisi, atau bahkan seluruh unit transmisi.

Biaya perawatan yang meningkat ini dapat memberikan dampak finansial yang cukup besar bagi pemilik mobil.

  1. Performa Mesin Menurun

Oli transmisi yang kotor dan terkontaminasi dapat mengurangi efektivitas transmisi dalam mentransfer tenaga dari mesin ke roda.

Ketika jarang ganti oli transmisi CVT mobil secara teratur, kotoran dan partikel-partikel yang terkumpul di dalamnya dapat menyebabkan gesekan yang berlebihan dan mengganggu perpindahan gigi.

Akibatnya, performa mesin mobil dapat menurun, terutama dalam hal percepatan dan responsivitas.

Selain itu, perpindahan gigi yang tidak lancar juga dapat mengurangi kenyamanan berkendara dan mengganggu pengalaman mengemudi secara keseluruhan.

  1. Bunyi Kasar dari Transmisi

Oli transmisi yang kotor dan usang dapat menyebabkan gesekan yang berlebihan antara komponen-komponen di dalam transmisi, seperti bearing dan gigi-gigi transmisi.

Hal ini dapat mengakibatkan bunyi kasar atau berisik yang terdengar dari bagian transmisi saat mobil bergerak.

Bunyi ini biasanya menjadi indikasi awal adanya masalah pada transmisi dan dapat menjadi lebih parah seiring waktu jika tidak segera ditangani.

Bunyi berisik dari transmisi juga dapat mengganggu kenyamanan berkendara dan mengurangi kepercayaan pemilik mobil terhadap kinerja mobil mereka.

  1. Efisiensi Bahan Bakar Berkurang

Transmisi yang tidak berfungsi dengan baik dapat mengurangi efisiensi penggunaan bahan bakar mobil.

Oli transmisi yang kotor dan terkontaminasi akibat jarang ganti oli transmisi CVT mobil dapat meningkatkan gesekan di dalam transmisi, mengakibatkan energi yang seharusnya digunakan untuk menggerakkan mobil menjadi terbuang sia-sia.

Akibatnya, konsumsi bahan bakar mobil dapat meningkat, yang pada akhirnya akan meningkatkan biaya operasional mobil bagi pemiliknya.

Selain itu, efisiensi bahan bakar yang buruk juga dapat meningkatkan jejak karbon mobil, memberikan dampak negatif pada lingkungan.

  1. Risiko Sabuk Baja Putus

Dalam kasus yang sangat parah, jarang ganti oli transmisi CVT mobil bisa mempercepat kerusakan pada sabuk baja.

Sabuk baja adalah komponen penting dalam transmisi CVT yang bertanggung jawab untuk mentransfer tenaga dari mesin ke roda dengan lancar.

Namun, jika oli transmisi tidak diganti secara teratur, kotoran dan partikel-partikel yang terkumpul di dalamnya dapat merusak sabuk baja tersebut.

Akibatnya, risiko sabuk baja putus meningkat secara signifikan.

Jika sabuk baja putus, mobil tidak akan bisa berjalan sama sekali dan memerlukan perbaikan yang mahal serta waktu yang cukup lama.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengganti oli transmisi CVT sesuai dengan jadwal yang direkomendasikan oleh pabrikan mobil.

Rekomendasi umum adalah untuk mengganti oli transmisi setiap 30.000-40.000 kilometer atau sesuai dengan petunjuk yang tertera dalam buku manual mobil.

Dengan melakukan pemeliharaan yang tepat pada transmisi, Anda dapat memastikan kinerja yang optimal, umur panjang, dan keandalan mobil Anda.

Selalu pastikan untuk menggunakan jenis oli yang sesuai dengan spesifikasi yang disarankan oleh pabrikan dan melakukan penggantian oli transmisi secara teratur untuk menghindari dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh oli transmisi yang kotor dan usang.

Ganti Oli Transmisi Paling Tepat dengan Percayakan pada DOMO Transmisi!

Oli transmisi CVT memang wajib untuk diganti secara berkala agar kondisi pelumasan di CVT lebih optimal.

Soal ganti oli transmisi CVT mobil, Anda bisa percayakannya pada DOMO Transmisi.

Di DOMO Transmisi, pergantian oli transmisi terasa lebih optimal karena menggunakan peralatan canggih berteknologi tinggi dan teknisi yang ahli.

Anda juga bisa dapatkan perawatan transmisi lainnya agar lebih maksimal, jadi, yuk, ganti oli transmisi CVT mobil Anda ke DOMO Transmisi!

Anda bisa langsung hubungi via WhatsApp di 0882-1244-0591 (atau klik di sini) atau langsung kunjungi bengkel DOMO Transmisi di:

Syahrial Maulana S

Syahrial Maulana S

Menggemari isu-isu seputar konten, media, dan kreatif, Syahrial telah berkecimpung dalam bidang penulisan di beberapa media daring di Indonesia. Saat ini sedang fokus mendalami konten-konten dan penulisan seputar otomotif sebagai Copywriter.
Syahrial Maulana S

Syahrial Maulana S

Menggemari isu-isu seputar konten, media, dan kreatif, Syahrial telah berkecimpung dalam bidang penulisan di beberapa media daring di Indonesia. Saat ini sedang fokus mendalami konten-konten dan penulisan seputar otomotif sebagai Copywriter.