Inilah Efek Buruk Sering Biarkan Oli Transmisi Mobil Habis

Efek Buruk Sering Biarkan Oli Transmisi Mobil Habis

Sering biarkan oli transmisi mobil kehabisan tahukah Anda ada efek buruk biarkan oli transmisi mobil sering habis?

Ketika kita memikirkan perawatan mobil, salah satu aspek yang seringkali terlupakan adalah perawatan oli transmisi. Oli transmisi memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga kinerja mobil kita.

Namun, sayangnya, banyak pemilik mobil yang sering mengabaikan perubahan oli transmisi secara teratur.

Artikel ini akan membahas dengan rinci mengenai efek buruk yang dapat timbul akibat sering membiarkan oli transmisi mobil habis.

Efek Buruk Sering Biarkan Oli Transmisi Mobil Habis

Hal ini sangat penting untuk dipahami, karena efek buruk ini dapat mengancam keselamatan Anda dan kesehatan mobil Anda.

Ini beberapa efek buruk sering biarkan oli transmisi mobil habis:

  1. Persneling Tiba-tiba Berpindah ke Posisi Netral

Pertama-tama, mari kita bahas dengan lebih mendalam efek buruk pertama dari seringnya mengabaikan perawatan oli transmisi, yaitu persneling tiba-tiba berpindah ke posisi netral.

Ini adalah situasi yang sangat mengkhawatirkan bagi setiap pengemudi.

Ketika Anda mengemudi dengan kecepatan tinggi dan persneling tiba-tiba berpindah ke netral, itu bisa menjadi pengalaman yang sangat menakutkan dan berbahaya.

Penyebab utama dari masalah ini adalah kurangnya oli transmisi. Oli transmisi memiliki peran penting dalam menjaga agar komponen dalam transmisi bergerak dengan mulus.

Ketika oli transmisi menjadi kurang, komponen tersebut dapat mengalami gesekan berlebihan, yang bisa mengakibatkan keausan dan kegagalan fungsi.

Akibatnya, perpindahan gigi yang seharusnya lancar menjadi tidak terkontrol.

Selain itu, ini juga berdampak pada sistem kontrol transmisi otomatis. Persneling otomatis bergantung pada tekanan oli yang tepat untuk mengontrol perpindahan gigi.

Ketika tekanan oli menurun akibat oli yang kurang, sistem ini bisa menjadi tidak stabil, dan persneling bisa berpindah secara acak.

Hal ini tidak hanya membahayakan Anda dan penumpang Anda, tetapi juga pengguna jalan lainnya. Oleh karena itu, menjaga tingkat oli transmisi yang tepat adalah suatu keharusan untuk menjaga keamanan dan kinerja mobil Anda.

  1. Muncul Bunyi Saat Memindahkan Gigi

Selanjutnya, mari kita bahas masalah lain yang sering terjadi akibat oli transmisi yang kurang, yaitu munculnya bunyi saat memindahkan gigi.

Sebagian besar kendaraan modern didesain untuk beroperasi dengan perpindahan gigi yang halus dan tanpa suara yang mencolok.

Namun, ketika Anda mulai mendengar bunyi berderak, berdecit, atau gemuruh saat memindahkan gigi, itu bisa menjadi tanda adanya masalah serius pada transmisi Anda.

Bunyi tersebut biasanya disebabkan oleh gesekan yang berlebihan antara komponen dalam transmisi. Ketika oli transmisi berkurang atau sudah terkontaminasi, gesekan ini meningkat.

Gesekan berlebihan dapat menyebabkan keausan pada gigi-gigi transmisi dan komponen lainnya, yang pada gilirannya dapat mengakibatkan kerusakan yang serius dan biaya perbaikan yang tinggi.

Oleh karena itu, mengabaikan perubahan oli transmisi secara teratur dapat berdampak buruk pada komponen-komponen dalam transmisi dan kinerja mobil Anda secara keseluruhan.

Selain itu, bunyi-bunyi yang muncul saat memindahkan gigi juga dapat mengindikasikan bahwa beberapa bagian dalam transmisi Anda mungkin sudah mengalami keausan yang signifikan.

Hal ini bisa menjadi peringatan bahwa Anda harus segera memeriksa dan memperbaiki transmisi Anda sebelum masalah tersebut menjadi lebih parah.

  1. Tuas Persneling Sulit Digerakkan

Selanjutnya, mari kita bahas kesulitan dalam menggerakkan tuas persneling sebagai dampak lain dari kurangnya oli transmisi.

Tuas persneling adalah bagian penting dari pengendalian kendaraan, dan kesulitan dalam menggerakkannya bisa menjadi masalah yang sangat mengganggu.

Ketika komponen dalam transmisi terkena gesekan berlebihan akibat kurangnya pelumasan yang memadai, ini dapat membuat tuas persneling sulit digerakkan.

Mungkin Anda perlu menerapkan lebih banyak gaya atau bahkan merasa tuas persneling terjepit.

Hal ini bisa sangat mengganggu, terutama dalam situasi-situasi di jalan yang memerlukan perpindahan gigi yang cepat.

Kesulitan dalam menggerakkan tuas persneling juga dapat mengakibatkan kecelakaan, terutama jika Anda tidak dapat mengubah gigi dengan cepat dalam situasi darurat.

Oleh karena itu, menjaga tingkat oli transmisi yang tepat adalah penting untuk memastikan bahwa tuas persneling Anda dapat bergerak dengan lancar dan Anda dapat mengendalikan mobil Anda dengan baik.

  1. Perpindahan Gigi Tersendat

Khusus untuk mobil bertransmisi manual, efek buruk lainnya dari kurangnya oli transmisi adalah perpindahan gigi yang tersendat.

Perpindahan gigi yang mulus adalah kunci untuk mengemudi mobil manual dengan nyaman dan efisien. Namun, ketika oli transmisi kurang, perpindahan gigi dapat menjadi kasar dan tersendat.

Perpindahan gigi yang tersendat dapat mengganggu kenyamanan berkendara Anda dan bahkan dapat menyebabkan kerusakan pada komponen transmisi, terutama jika Anda terlalu keras memaksa perpindahan gigi.

Ini bisa mengakibatkan biaya perbaikan yang tinggi dan kerugian finansial yang tidak diinginkan.

Selain itu, perpindahan gigi yang tersendat juga dapat mengurangi efisiensi bahan bakar mobil Anda.

Ketika perpindahan gigi tidak lancar, mesin mungkin harus bekerja lebih keras untuk menjaga kendaraan tetap bergerak, yang berarti Anda akan menggunakan lebih banyak bahan bakar.

Hal ini dapat mengakibatkan biaya bahan bakar yang lebih tinggi dan emisi karbon yang lebih tinggi, yang tidak hanya merugikan lingkungan tetapi juga kantong Anda.

  1. Komponen Transmisi Akan Terus Terkikis

Sekarang, mari kita bahas dampak jangka panjang dari kurangnya oli transmisi yang sering diabaikan.

Penelitian yang diterbitkan oleh Society of Automotive Engineers (SAE) menunjukkan bahwa oli transmisi yang jarang diganti atau diganti terlambat dapat menyebabkan komponen transmisi mengalami keausan yang signifikan.

Ketika oli transmisi tidak berfungsi dengan baik atau sudah terkontaminasi oleh kotoran dan partikel logam, oli tersebut tidak lagi dapat memberikan pelumasan yang memadai kepada komponen-komponen dalam transmisi.

Akibatnya, komponen-komponen tersebut akan terus mengalami gesekan berlebihan, yang pada akhirnya akan mengakibatkan keausan yang tidak perlu.

Keausan pada komponen transmisi dapat menyebabkan kerusakan yang serius pada sistem transmisi secara keseluruhan.

Ini bisa mencakup gigi-gigi transmisi yang aus, bantalan yang rusak, atau bahkan retakan pada komponen kunci.

Perbaikan atau penggantian komponen transmisi dapat sangat mahal dan memakan waktu.

Oleh karena itu, menjaga tingkat oli transmisi yang tepat dan menggantinya secara teratur adalah langkah yang sangat penting untuk mencegah kerusakan yang tidak perlu pada mobil Anda.

  1. Tekanan Oli Dapat Menurun

Terakhir, mari kita bahas tentang penurunan tekanan oli sebagai akibat dari oli transmisi yang kurang.

Tekanan oli dalam sistem transmisi sangat penting untuk memastikan kinerja yang optimal. Ketika tekanan oli menurun, ini bisa menyebabkan masalah yang signifikan dalam operasi transmisi dan mesin.

Tekanan oli yang rendah dalam transmisi dapat mengakibatkan perpindahan gigi yang tidak lancar.

Ketika oli tidak dapat memberikan tekanan yang cukup untuk menggerakkan komponen-komponen transmisi dengan mulus, Anda mungkin merasakan perpindahan gigi yang kasar atau tidak stabil.

Ini dapat mengganggu kenyamanan berkendara Anda dan dapat memengaruhi kendaraan Anda secara keseluruhan.

Selain itu, penurunan tekanan oli dalam transmisi juga dapat mempengaruhi kinerja mesin.

Tekanan oli yang rendah dapat menyebabkan gesekan berlebihan pada komponen mesin, yang dapat mengurangi efisiensi dan daya tahan mesin.

Akibatnya, Anda mungkin melihat penurunan performa mesin dan peningkatan konsumsi bahan bakar.

Untuk itu, pastikan rutin ganti oli transmisi mobil Anda di bengkel spesialis transmisi terpercaya, seperti di DOMO Transmisi.

Karena DOMO Transmisi punya oli transmisi khusus matic yang secara spesial diformulasikan agar cocok dengan iklim tropis di Indonesia, yakni oli transmisi 9Circle.

Agar performa matic-nya bebas dari jedug dan slip, DOMO Transmisi juga punya oil additive Nano Matic yang sangat ampuh untuk cegah permasalahan jedug dan slip di transmisi mobil.

Tertarik untuk coba produk-produk tersebut? Anda bisa langsung hubungi dan reservasi via WhatsApp di 0882-1244-0591 (atau klik di sini)

Syahrial Maulana S

Syahrial Maulana S

Menggemari isu-isu seputar konten, media, dan kreatif, Syahrial telah berkecimpung dalam bidang penulisan di beberapa media daring di Indonesia. Saat ini sedang fokus mendalami konten-konten dan penulisan seputar otomotif sebagai Copywriter.
Syahrial Maulana S

Syahrial Maulana S

Menggemari isu-isu seputar konten, media, dan kreatif, Syahrial telah berkecimpung dalam bidang penulisan di beberapa media daring di Indonesia. Saat ini sedang fokus mendalami konten-konten dan penulisan seputar otomotif sebagai Copywriter.