Adu Perbandingan Transmisi AGS dan DCVT, Mana yang Unggul?

Perbandingan Transmisi AGS dan DCVT

Mau pilih mobil bertranmisi AGS atau DCVT? Coba cari tahu perbandingan transmisi AGS dan DCVT di sini, yuk!

Inovasi pada sistem transmisi terus berkembang, menawarkan berbagai pilihan kepada pengguna untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi berkendara.

Dua teknologi transmisi yang menarik perhatian adalah Auto Gear Shift (AGS) dari Suzuki dan Dual Mode Continuous Variable Transmission (DCVT) dari Daihatsu.

Kedua sistem ini menawarkan pendekatan unik dalam transmisi otomatis, masing-masing dengan kelebihan dan keunikan tersendiri.

Artikel ini akan menggali lebih dalam tentang kedua jenis transmisi ini, membahas aspek teknis, kelebihan, kelemahan, dan aplikasinya pada mobil.

Transmisi AGS Suzuki

AGS, atau Auto Gear Shift, merupakan inovasi dari Suzuki yang menggabungkan kenyamanan transmisi otomatis dengan kontrol transmisi manual.

Didesain tanpa pedal kopling, AGS memungkinkan perpindahan gigi secara otomatis dengan bantuan aktuator hidraulis yang menyesuaikan putaran mesin, sehingga pengemudi tidak perlu memindahkan tuas transmisi secara manual dari satu gigi ke gigi lainnya.

Keunikan dan Kelebihan Transmisi AGS Suzuki

Transmisi Auto Gear Shift (AGS) dari Suzuki merupakan terobosan dalam teknologi otomotif yang menggabungkan kenyamanan transmisi otomatis dengan efisiensi transmisi manual.

Berikut adalah beberapa keunikan dan kelebihan transmisi AGS Suzuki:

  1. Tidak Ada Pedal Kopling

Keunikan utama dari AGS terletak pada desainnya yang tidak memerlukan pedal kopling, sebuah fitur yang secara tradisional terkait erat dengan kendaraan manual.

Ini memungkinkan pengemudi untuk menikmati kontrol manual atas perpindahan gigi tanpa harus mengalami kelelahan yang seringkali dikaitkan dengan penggunaan pedal kopling dalam lalu lintas yang padat atau dalam perjalanan jarak jauh.

  1. Mudah Digunakan Stop & Go di Jalanan yang Macet

Salah satu kelebihan signifikan dari transmisi AGS adalah kemampuannya untuk menawarkan pengalaman berkendara yang lebih santai dan nyaman, terutama di perkotaan yang sering mengalami kemacetan.

Dengan mengeliminasi kebutuhan untuk secara manual mengoperasikan kopling, AGS mengurangi beban kerja pengemudi, memungkinkan fokus yang lebih besar pada navigasi dan pengendalian kendaraan.

  1. Punya Opsi Perpindahan Gigi Manual

Selain itu, AGS juga menawarkan opsi untuk perpindahan gigi manual, memberikan pengemudi fleksibilitas untuk mengambil alih kontrol penuh atas kendaraan ketika situasi berkendara membutuhkannya, seperti saat menyalip atau berkendara di jalan yang menanjak.

  1. Tidak Ada Persneling P (Park)

Keunikan lain dari AGS adalah tidak adanya persneling P (Park) untuk parkir, yang merupakan perbedaan mencolok dari transmisi otomatis konvensional.

Ini berarti bahwa untuk mengamankan kendaraan dalam posisi parkir, pengemudi hanya perlu mengatur transmisi ke posisi N (Neutral) dan mengaktifkan rem tangan.

Meskipun ini mungkin memerlukan sedikit penyesuaian bagi pengguna baru, sistem ini sebenarnya menyederhanakan proses parkir dan mengurangi jumlah langkah yang perlu dilakukan pengemudi.

Kelemahan Transmisi AGS

Meskipun AGS menawarkan banyak kelebihan, bukan berarti sistem transmisi ini tidak memiliki kelemahan.

Ini beberapa kelemahan dari transmisi AGS:

  1. Saat Mogok Tidak Bisa Didorong

Salah satu keterbatasan utama adalah ketidakmampuan untuk menyalakan kembali kendaraan yang mogok dengan cara didorong, sebuah teknik yang sering digunakan pada kendaraan dengan transmisi manual konvensional.

Ini berarti bahwa jika kendaraan mengalami masalah baterai atau masalah starter, pengemudi mungkin akan menghadapi kesulitan lebih besar untuk memulai kembali kendaraan tanpa bantuan eksternal.

Keterbatasan ini dapat menjadi pertimbangan penting bagi pengguna yang tinggal di daerah yang sering mengalami masalah dengan kendaraan atau di lokasi yang jauh dari bengkel.

  1. Ada Jeda selama Perpindahan Gigi

Kelemahan lain dari AGS adalah jeda yang terjadi selama perpindahan gigi.

Meskipun jeda ini umumnya singkat dan dirancang untuk meniru sensasi perpindahan gigi pada transmisi manual, beberapa pengemudi mungkin menemukan bahwa ini mengurangi kelancaran berkendara, terutama pada kecepatan rendah atau saat akselerasi cepat.

Meskipun jeda ini tidak mengganggu fungsi keseluruhan dari transmisi dan dapat diminimalisir dengan teknik berkendara yang tepat, ini tetap merupakan aspek yang perlu dipertimbangkan oleh calon pengguna.

Selain itu, karena AGS adalah teknologi yang relatif baru, beberapa pengguna mungkin khawatir tentang durabilitas jangka panjang dan biaya perawatan.

Meskipun Suzuki telah merancang AGS untuk menjadi andal dan efisien, seperti semua teknologi otomotif, pemeliharaan rutin dan perawatan yang tepat adalah kunci untuk memastikan umur panjang dan kinerja optimal dari transmisi.

Transmisi DCVT Daihatsu

DCVT, atau Dual Mode Continuous Variable Transmission, adalah jawaban Daihatsu terhadap kebutuhan transmisi yang efisien dan nyaman.

Menggunakan prinsip CVT dengan tambahan sistem split gear, DCVT menawarkan transisi gigi yang sangat halus dan efisiensi bahan bakar yang optimal, terutama pada kecepatan tinggi.

Fitur dan Kelebihan Transmisi DCVT Daihatsu

Transmisi Dual Mode Continuous Variable Transmission (DCVT) Daihatsu menawarkan pendekatan yang berbeda dan inovatif terhadap transmisi otomatis.

Ini beberapa fitur dan kelebihan dari transmisi DCVT Daihatsu:

  1. Ada Sistem Split Gear

Dengan menggabungkan kelembutan dan efisiensi dari transmisi CVT tradisional dengan sistem split gear yang inovatif, DCVT mampu menyediakan akselerasi yang lebih responsif dan efisiensi bahan bakar yang ditingkatkan, terutama pada kecepatan tinggi.

Sistem split gear ini secara unik membagi tenaga, memungkinkan transmisi untuk menyesuaikan rasio gigi dengan lebih efisien, sehingga menghasilkan pengalaman berkendara yang lebih halus dan dinamis.

  1. Punya Akselerasi Halus Tanpa Kehilangan Tenaga

Kelebihan utama dari DCVT adalah kemampuannya untuk menawarkan akselerasi yang halus tanpa kehilangan tenaga.

Ini sangat berharga dalam situasi berkendara sehari-hari, di mana perubahan kecepatan yang cepat dan efisien dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan.

Selain itu, DCVT juga dilengkapi dengan beberapa mode berkendara, termasuk mode S (Sport) yang meningkatkan respons akselerasi kendaraan, memberikan pengemudi pengalaman berkendara yang lebih dinamis dan menyenangkan.

  1. Mode Berkendara Beragam

Fitur lain yang menonjol dari DCVT adalah opsi untuk berkendara manual, yang memungkinkan pengemudi untuk secara manual memilih rasio gigi melalui posisi M (Manual) pada tuas transmisi.

Ini memberikan pengemudi kontrol lebih atas kendaraan, mirip dengan transmisi manual, namun tanpa perlu mengoperasikan pedal kopling.

Kesamaan AGS dan DCVT

Meskipun AGS dan DCVT adalah dua sistem transmisi yang berbeda, keduanya memiliki beberapa kesamaan penting yang menonjol, seperti:

  1. Punya Mode Manual

Pertama, kedua sistem menawarkan mode manual yang memberikan pengemudi opsi untuk mengontrol perpindahan gigi secara manual, memberikan sensasi berkendara yang lebih terlibat dan dinamis.

Ini adalah fitur yang sangat dihargai oleh penggemar otomotif yang menginginkan kontrol lebih atas kendaraan mereka, sekaligus menikmati kenyamanan transmisi otomatis.

  1. Efisiensi Bahan Bakar Lebih Optimal

Kedua, AGS dan DCVT keduanya dirancang untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar.

Dengan memanfaatkan teknologi transmisi canggih, kedua sistem ini memungkinkan kendaraan untuk beroperasi pada rasio gigi yang optimal, mengurangi konsumsi bahan bakar dan meningkatkan efisiensi secara keseluruhan.

Ini tidak hanya menguntungkan pengguna dari segi penghematan biaya bahan bakar tetapi juga berkontribusi pada upaya pengurangan emisi kendaraan.

  1. Mode Berkendara Lebih Nyaman dan Menyenangkan

Terakhir, baik AGS maupun DCVT menawarkan pengalaman berkendara yang lebih nyaman dan menyenangkan, dengan mengurangi beban kerja pengemudi dan menyediakan transisi gigi yang halus.

Ini membuat kedua sistem transmisi ini menjadi pilihan yang menarik bagi pengguna yang mencari kendaraan yang tidak hanya efisien dan ekonomis tetapi juga menyenangkan untuk dikendarai.

Fitur ini sangat berguna dalam kondisi berkendara tertentu, seperti saat menanjak atau saat membutuhkan akselerasi tambahan.

Dari perbandingan transmisi mobil AGS dan DCVT masing-masing menawarkan solusi inovatif untuk pengalaman berkendara yang lebih nyaman dan efisien.

Jika Anda punya salah satu mobil dengan jenis transmisi ini, disarankan untuk melakukan perawatan rutin, termasuk pergantian oli transmisi dan pengecekan filter, untuk memastikan performa yang optimal.

Jika mengalami masalah, segera konsultasikan dengan spesialis transmisi untuk mendapatkan solusi terbaik.

Soal pilihan spesialis transmisi mobil, DOMO Transmisi adalah pilihan terbaik yang bisa Anda tuju.

Karena DOMO Transmisi punya standar pengerjaan service transmisi mobil berkualitas internasional dengan penggunaan teknologi canggih.

Tertarik untuk coba? Anda bisa langsung hubungi via WhatsApp di 0882-1244-0591 (atau klik di sini) atau langsung kunjungi bengkel DOMO Transmisi di:

Syahrial Maulana S

Syahrial Maulana S

Menggemari isu-isu seputar konten, media, dan kreatif, Syahrial telah berkecimpung dalam bidang penulisan di beberapa media daring di Indonesia. Saat ini sedang fokus mendalami konten-konten dan penulisan seputar otomotif sebagai Copywriter.
Syahrial Maulana S

Syahrial Maulana S

Menggemari isu-isu seputar konten, media, dan kreatif, Syahrial telah berkecimpung dalam bidang penulisan di beberapa media daring di Indonesia. Saat ini sedang fokus mendalami konten-konten dan penulisan seputar otomotif sebagai Copywriter.